Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Balon-balon Kerinduan
Kisah berikut ini adalah tentang kerinduan yang tidak ada habisnya. Seringkali kita lupa dengan orang-orang yang kita cintai karena kesibukan kita. Sehingga suatu saat ketika mereka begitu merindukan kita, mereka harus berjuang untuk melepaskan balon, memberi tanda betapa mereka merindukan kita….
Seorang bapak memiliki dua orang anak. Setiap kali bila mereka memiliki waktu bebas, maka ia akan membawa kedua anaknya ke lapangan luas dan melepaskan balon-balon ke udara. Anehnya, balon-balon yang dilepaskan itu semuanya berwarna merah. Setiap kali mereka datang ke lapangan itu pasti balon merahlah yang dilepaskan.
Suatu saat sang ayah ditugaskan untuk bekerja di kota lain. Pada saat hendak meninggalkan rumah ia berpesan kepada kedua anaknya bahwa bila mereka sungguh amat merindukan kehadiran sang ayah, maka mereka hendaknya melepaskan balon merah agar ditiup angin ke langit lepas. Dan dengan melihat balon tersebut sang ayah bisa mengetahui kalau mereka sedang merindukan kehadirannya.
Ternyata kepergian sang ayah bukanlah suatu perpisahan yang singkat. Kedua anak tersebut menanti dengan penuh rindu, dan berulang kali melepaskan balon merah ke udara. Namun tetap saja tak berguna karena ayahnya yang bekerja di tempat yang jauh tak pernah mampu melihat balon yang dilepaskan tersebut.
Suatu hari, kedua anak tersebut secara sembunyi-sembunyi sekali lagi melepaskan balon merah. Para tetangga merasa begitu iba dan terharu melihat betapa besar kerinduan kedua anak tersebut untuk bertemu sang ayah. Karena itu semua tetangga lalu ramai-ramai membeli jutaan balon dan menjadikan saat itu sebagai saat istimewa bagi warga tetangga tersebut. Semua beramai-ramai menuju lapangan luas dan melepaskan jutaan balon merah ke udara. Ke mana saja mata memandang, yang kelihatan adalah warna balon merah yang menakjubkan. Keajaiban balon merah tersebut ditangkap oleh seorang reporter. Dan…tatkala melihat berita keajaiban tersebut, sang ayah tahu bahwa kedua anaknya sedang merindukan kehadirannya, dan dengan segera melepaskan kesibukannya untuk kembali memberikan kasih sayang kepada kedua anaknya tersebut. Balon merah sungguh telah menjadi sarana yang menyatukan mereka kembali. Dikutip dari blog tetangga: michaelyamin.net
Sudut Pandang Sangat Menentukan Sikap Kita
Ada sebuah kisah yang bagus tentang seorang petani yang tinggal di perladangan tua yang berantakan sepanjang hidupnya. Hujan menjadikan tanahnya berbatu-batu seperti sungai kering, pohon-pohonnya hanya sedikit nilainya untuk dijadikan kertas, rumah dan lumbungnya keliatan seperti gubuk, dan keadaan yang serba berantakan ini terletak sejauh beberapa mil dari jalan raya. Maka dia memutuskan untuk menjual semuanya.
Dia naik ke mobil pikap tuanya dan menyetir ke kantor surat kabar. Dia masuk dan mengatakan kepada sekretaris bahwa dia ingin pasang iklan di surat kabar untuk menjual tempatnya. Sekretaris menyurug petani pergi menemui penulis iklan, yang dengan cermat mendengarkan kata-katanya dan kemudian menulis iklan.
Iklan menekankan peerbukitan indah yang berombak-ombak, dan anak sungai yang airnya gemericik - bukan tanah berbatu-batu. Iklan ini bicara tentang berbagai pohon dan kemugkinan bisa mengubah rumah sesuai dengan citarasa pribadi siapa saja. Dan iklan juga bicara tentang lokasi sunyi tempat orang bisa menikmati kicauan burung-uburung dan aroma bunga liar yang indah.
Penulis iklan membacakan naskah iklan kepada petani. Petani berkata, "Tolong bacakan kepada saya sekali lagi." Dia minta dibacakan sekali lagi-sekali lagi. Setelah mendengarnya untuk ketiga kalinya, petani berjalan menghampiri, mengambil kertas yang berisikan naskah iklan dan berkata, "Sekarang dengar, kawan, perladangan ini tidak dijual. Tepat seperti itulah tempat ya saya inginkan sepanjang hidup saya". (Dikutip dari Buku "Why Winners Win" hal. 12-13)
Jika melihat penjelasan dalm buku Why Winners Win, cerita ini berbicara tentang sikap seseorang dalm melihat apa yang mereka miliki dan ketidakpuasan terhadap kepemilikan mereka. Namun saya akan melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
Rumput tetangga lebih hijau dari pada rumput kita sendiri. Ini adalah statemen klasik tentang rasa tidak terima kasih kita atas semua yang kita miliki. Kita selalu merasa apa yang kita miliki belum cukup dan selalu kurang. Milik kita tidak lebih baik dibandingkan dengan milik orang lain. Akibatnya kita menjadi serakah dan berharap memiliki banyak hal, padahal itu tidak mungkin.
Saya bertanya, adakah cara agar kita mencintai dan mensyukuri apa yang kita miliki? Saya teringat pernyataan "kita akan merasa betapa berharganya sesuatu ketika kita kehilangannya." Coba lakukan hal ini:
Jika melihat penjelasan dalm buku Why Winners Win, cerita ini berbicara tentang sikap seseorang dalm melihat apa yang mereka miliki dan ketidakpuasan terhadap kepemilikan mereka. Namun saya akan melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
Rumput tetangga lebih hijau dari pada rumput kita sendiri. Ini adalah statemen klasik tentang rasa tidak terima kasih kita atas semua yang kita miliki. Kita selalu merasa apa yang kita miliki belum cukup dan selalu kurang. Milik kita tidak lebih baik dibandingkan dengan milik orang lain. Akibatnya kita menjadi serakah dan berharap memiliki banyak hal, padahal itu tidak mungkin.
Saya bertanya, adakah cara agar kita mencintai dan mensyukuri apa yang kita miliki? Saya teringat pernyataan "kita akan merasa betapa berharganya sesuatu ketika kita kehilangannya." Coba lakukan hal ini:
Jika Anda memiliki sesuatu yang tidak terlalu Anda sukai karena penampilanya, atau hal lain yang membuat Anda tidak suka dengan sesuatu tersebut, bayangkan Anda akan menjual barang tersebut, dan Anda membuat iklan yang menarik dari sesuatu itu. Bayangkan keuntungan apa yang akan diperoleh pembeli dengan membeli yang Anda jual. Berikan ungkapan-ungkapan yang dapat menunjukkan kelebihan dan peluang-peluang dengan memiliki sesuatu yang Anda jual tersebut. Buatlah pernyataan jual yang dapat menggerakkan orang untuk membelinya dan mereka akan puas dengan sesuatu yang Anda jual.Setelah itu, lihatlah dan bacalah baik-baik kalimat penjualan yang telah Anda buat. Jangan-jangan apa yang kita cari dan kita inginkan ada pada apa yang kita miliki sekarang. Kita sering melihat kekurangannya, dan melupakan potensi dan peluang dari yang kita miliki. Mulai sekarang, ubahlah cara melihat Anda, ganti sudut pandannya, lihatlah dengan perspektif terbalik, dan berikanlah pertanyaan "bagaimana jika......?"
Pupuklah sikap dengan mengawalinya dengan sudut pandang yang berbeda.
08 Juni 2013
Posted by
admin
Just Do the Better....Lakukan yang Lebih Baik
Apa yang akan Anda lakukan jika Anda tahu: Anda bukanlah orang hebat? Anda tidak memiliki keahlian apa-apa? Anda tidak punya cukup kesempatan untuk belajar? Anda tidak memiliki modal untuk memulai usaha sendiri?
Tulisan ini akan membantu Anda untuk memaksimalkan semua potensi yang ada dalam diri Anda. Simaklah baik-baik, baca poin-poinnya, lalu masukkan dalam kehidupan nyata Anda sehari-hari.
Jika kita bukan apa-apa di tempat kerja, kita jangan berkecil hati. Jika kita tidak mampu, apa salahnya untuk mengakui bahwa kita belum bisa. Pengakuan jujur yang kita berikan, justru akan memudahkan untuk mencapai peningkatan yang signifikan dalam hidup.
Apa yang bisa kita lakukan? Just do the best. Tidak mudah memang untuk menjadi yang terbaik, tetapi kita dapat mencoba untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, secara periodik. Saat kita berkompetisi untuk menjadi yang terbaik, pada dasarnya kita sedang berkompetisi dengan ego kita yang tidak mau disalahkan. Sementara di sisi lain pengakuan akan ketidakmampuan dapat membuat seseorang mau belajar dan terus belajar. Orang yang mengakui kekurangannya, bukan berarti mereka lemah atau tidak mampu. Sebaliknya mereka justru dapat lebih cepat untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap kurang melalui proses belajar di sekolah atau di lingkungan sekitar kita.
Jadilah yang Lebih Baik
Menjadi lebih baik pada dasarnya merupakan proses panjang untuk menemukan kehidupan mereka hingga pada akhirnya ketika mereka melakukan yang lebih baik dari waktu ke waktu mereka akan menjadi yang terbaik. From the better to best and wonder. Jika hari ini Anda gagal, maka besok lakukanlah perubahan dalam tindakan dan aksi Anda sedikit lebih baik dari yang sekarang ini. Jika Anda telah berhasil melakukan perubahan tersebut secara konsistensi ANda sedang menuju tahapan yang lebih baik.
Ingatlah bahwa, sesuatu yang dilakukan dengan cara yang berbeda akan menghasilkan hasil yang berbeda. Jika Ada orang yang menginginkan hasil yang berbeda tetapi tindakannya tidak berbeda. Orang iu disebut sebagai idiosi jenis baru.


